Ponpes Sunan Kalijaga Gelar Diskusi Kebangsaan, Farsijana Dianugerahi ‘Kartini Award 2024’

Sahabat Griya Jati Rasa dari Texas

Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Kalijaga Gesikan, Sewon, Bantul kerja sama dengan DPD RI Dapil DIY menyelenggarakan diskusi Kebangsaan dalam rangka Hari Kartini 2024.

Acara Sarasehan kebangsaan yang dibuka Senator DPD RI Dapil DIY Drs H Hafidz Asrom MM berlangsung di Gedung DPD RI Dapil DIY jalan Kusumanegara, Yogya, Jumat (19/4/2024).

Acara yang menghadirkan sejumlah narasumber itu mengusung tema, ‘Dari Pemilu Menuju Pilkada 2024 Membaca Prospek Ekonomi DIY’.

Para narasumber yang memberikan materi dalam kegiatan Diskusi Kebangsaan yaitu Tri Laksmi Novitasari (Staf Kabinda DIY), Kompol Legowo Saputro SH MSc (Kanit Subdit 1 Dintelkam Polda DIY), Umi Illiyina SH MH (Anggota Bawaslu DIY), KH Beny Susanto SAg MSi (Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, Sewon), Ledil Izzah Shi MPdI (Sekretaris PW Muslimat NU DIY).

Bertindak selaku moderator Maryam Fithriadi MSW (Ketua PW Fatayat NU DIY) . Sebelum memasuki acara diskusi, kegiatan pembukaan dipandu MC Dodik Agung Sulistyo (Lurah Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan).

Seusai acara pembukaan, sebelum memasuki kegiatan inti pemaparan materi diskusi oleh para narasumber, terlebih dahulu ditandai penyerahan ‘Kartini Award 2024’ kepada Farsijana Adeney Risakotta oleh panitia diskusi yang diwakili Nyai Hj Arif Nur Afifah.

Selain itu, panitia penyelenggara diskusi juga memberikan kenang-kenangan kepada para narasumber dan yang membuka acara diskusi Hafidz Asrom, diserahkan KH Beny Susanto.

“Saya merasa terharu dan menangis saat memberikan tanggapan tentang pemberian penghargaan Kartini Award ini kepada saya. Saya tidak menyangka akan mendapatkan Kartini Award 2024 dari Pak Beny Susanto Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga. Pasalnya saya bekerja di bidang perdamaian, kemanusian, ekonomi, seni budaya dan ke Indonesian tidak pernah mengharapkan penghargaan . Apalagi saya seorang akademisi yang hidup di tengah menara gading bukan dari kehidupan saya, yang hanya memikirkan kemiskinan di masyarakat,” ujar Farsijana.

“Selain itu, saya kerja di era perdamaian desertasi saya tentang konflik Malaku antara muslim-kristen sekitar tahun 2024. Begitu pula tentang gempa di Yogya tahun 2006, bagaimana membagun perempuan di DIY akibat dari terjadinya gempa tersebut. Sekarang saya bekerja di bidang ekonomi, tahun lalu kami membuat gebyar koperasi kerja sama dengan pemerintah DIY . Bagaimana mengatasi stunting dengan memproduksi Yoger (permentasi susu) untuk ibu-ibu. Tentang seni budaya, saya juga kerja sama dengan salah satu lurah di Gunungkidul untuk membuat dan pementasan wayang. Mereka kita undang untuk pementasan wayang di Resort saya di Gunungkidul,” tutur Farsijana, yang juga dosen UKDW Yogya tersebut.

Sementara itu, Hafidz Asrom mengucapkan selamat kepada Bu Farsijana yang tahun ini mendapat penghargaan ‘Kartini Award’. Semoga dengan penghargaan ini dapat menginspirasi Kartini-Kartini di zaman Now.

Menurut Hafidz, perjuangan Kartini pada masa lalu tidak bisa diabaikan. Jadi pantaslah para narasumber diskusi kali ini mayoritas ibu-ibu. “Ibu-ibu merupakan pejuang sejati, sumber inspirasi dan luar biasa.

Saat ini banyak pemimpin khususnya di DIY 30 persen merupakan kaum perempuan. Misalnya, Bupati Sleman, adalah perempuan dan Pj Bupati Kulonprogo juga perempuan. Anggota DPD RI Dapil DIY tahun 2024 terpilih, 50 % adalah perempuan dan banyak lagi,” ungkap Hafidz. (Rar) Berita dari KRJogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *